Delikfakta.com,  SULUT – LSM Gerakan Peduli Tanah Lahir (Garputala) Sulawesi Utara (Sulut) Adriadi Paputungan, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memproses para pelaku atau pemodal pertambangan emas tanpa izin (PETI) hutan garini, desa Buyat, Kecamatan Kotabunan. Desakan ini atas police line puluhan alat berat jenis eksavator oleh polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di lokasi Peti lalu. 

Kata dia, setaunya telah dipasang garis polisi pada Selasa 12 Mei 2026, tapi sampai saat ini belum ada tindakan penyidikan terhadap pelaku atau pemodal peti di lokasi ilegal itu. Padahal penertiban PETI garini di Buyat atas perintah Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan. Apalagi kata dia, lokasi yang menjadi operasi PETI Garini di  Boltim masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

“Jangan penertiban hanya dijadikan Seremonial saja tapi penindakan terhadap pelaku atau pemodal peti ditutupi,” katanya.

Mestinya, babuk  ditahan pelaku juga dilakukan penindakan secara transparan kepada publik.

“10 eksavator yang ditemukan dilokasi merupakan bukti bahwa para pemodalnya bukan orang sembarangan.  Sehingga kami minta Aparat Tindak Tegas pelaku peti lokasi Garini Buyat, ” desak Adriadi, yang dikenal Vokal.

Ini Kata  Adriadi, akibat tambang ilegal dapat merusak lingkungan dan negara dirugikan. Berapa banyak sumber daya alam dikeruk untuk keuntungan kelompok tertentu. Sementara pendapatan ke negara tidak ada.

“Ini ada kerugian negara ratusan miliar terhadap aktivitas tambang ilegal,” tutur Adriadi.

Sebelumnya, Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menegaskan penertiban ini dilakukan atas laporan dari masyarakat terkait kerusakan HPT Garini Buyat.

“Iya saya terima laporan hutan yang statusnya HPT dijadikan tambang ilegal, ” kata Kapolres Boltim.

Lanjut dia, ketika diturunkan tim benar bahwa ada 10 alat berat jenis eksavator ditemukan di lokasi tersebut. 

“Kami tidak akan berhenti  pada penyegelan tapi pihaknnya akan lakukan. Penyidikan dan pedalaman untuk mengungkap oknum sebagai pemodal PETI di lokasi Peti Garini Boltim, ” tegas Kapolres.  (Yono).