Delikfakta.com, SULUT – Aktivitas penambangan batu hitam di desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akhirnya dihentikan. Usai dilakukan pemeriksaan atau BAP dari Dinas Energi sumber daya mineral (ESDM) provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cabang Bolmong raya, Pengusaha tambang batu hitam bolsel atas nama Sipril dan Radi mengaku memenuhi surat panggilan ESDM sulut.
“Iya alhamdulillah saya sudah diperiksa, ” ungkap Sipril pemilik lokasi tambang batu hitam Bolsel.
Ia mengatakan sudah ikuti pemeriksaan dari dinas ESDM Sulut. Ia pun berharap semua Pengusaha tambang ilegal yang memiliki lokasi agar diperiksa dan dihentikan.
“Saya pribadi sudah mengikuti pemeriksaan dan berharap hal ini juga berlaku ke yang punya lokasi tambang ilegal lain selain Saya,” pintah Sipril.
Sementara itu, penadah atau pembeli inisial FB kembali mangkir dari panggilan ESDM sulut dan KPH Unit II Bolsel dan Boltim.
Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah III BMR Arter Wowiling, mengatakan sudah meminta klarifikasi pihak Pengusaha tambang batu hitam.
“Iya pengusaha penambang atas nama Sipril dan Radi sudah memberikan klarifikasi hari ini selasa 18 agustus 2026, bahwa untuk saat sekarang ini sudah tidak ada lagi kegiatan pertambangan batu hitam di lokasi tersebut,” terangnya, yang turut dibenarkan Kasie Mineral dan air Hentje Kaeng.
Selain itu, Arter juga meluruskan usai diperiksa kedua Pengusaha tambang menyebut oknum sangadi Nunuka Raya tidak terlibat dalam Penampungan batu hitam sebagaimana isu beredar.
“Adanya Keterlibatan sangadi Nunuka Raya dalam menampung batu hitam, itu tidak benar,” terangnya.
Saat ditanya langkah selanjutnya, ia menegaskan masih berkoordinasi dengan pimpinan untuk rekom ke aparat penegak hukum (APH) untuk diproses. Terkait keterlibatan sejumlah pihak dalam penambangan ilegal batu hitam di Nunuka Raya Bolsel.
Sementara itu, dikonfirmasi kepada sangadi Nunuka Raya Yayan Kulati, melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan meski dalam keadaan aktif.
Diketahui, berbagai info dari warga kegiatan penambangan batu hitam masih terus berlangsung.
Bahkan saat ini pemuatan material batu hitam tersebut berpindah ke desa Tolutu, yang sebelumnya diduga di tampung dilahan perkebunan oknum sangadi Nunuka Raya.
Dikabarkan juga untuk batu hitam dibawah ke arah Pelabuhan Gorontalo yang sebelumnya di pelabuhan Bitung.(Yono).







