Delikfakta.com,  SULUT – LSM Gerakan Peduli Tanah Lahir  Sulawesi Utara (Sulut) Adriadi Paputungan, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengungkap secara transparan pelaku atau pemodal pertambangan emas tanpa izin (PETI) lokasi Garini Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Desakan ini atas police line puluhan alat berat jenis eksavator oleh polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di lokasi Peti tersebut.

“Siapapun yang membackup PETI lokasi Garini Buyat, agar ditindak secara  tegas. Jangan pandang bulu para jenderal pun harus diungkap siapa pelakunya,” pintahnya. 

Ia mendapat informasi kuat bahwa PETI garini buyat ada bekingan dari aparat,  jika ini benar maka ini tindakan yang melawan hukum. Apalagi presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,  selalu menegaskan akan menindak para aparat yang bermain PETI.

“Tambang ilegal garini buyat masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT). Ini tentu harus ditindaki kepolisian. Saya minta segera ungkap siapa pelakunya, saya yakin polisi sudah kantongi nama pelaku peti Garini di Boltim,” tegas Adriadi.

Lanjut dia, 10 eksavator yang ditemukan dilokasi merupakan bukti bahwa para pemodalnya bukan orang sembarangan. Ia menduga Kuat ada bekingan dari aparat sehingga polres Boltim Masih kesan memperlambat Penyelidikan kasus peti Garini Buyat. 

Ingat bahwa, akibat tambang ilegal dapat merusak lingkungan dan bukan hanya itu, negara dirugikan. Berapa banyak sumber daya alam dikeruk untuk keuntungan kelompok tertentu. Sementara pendapatan ke negara tidak ada.

“Ini ada kerugian negara triliun terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut,” tutur Adriadi.

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan mengatakan kasus peti Garini Buyat, masih dalam tahap Sidik lidik. Ditanya soal siapa pelaku peti garini, Kapolres mengungkap sudah mengantongi nama pelaku.

Meski begitu, Kapolres sendiri belum terbuka Soal pelaku PETI tersebut. 
“Belum saatnya,” tutupnya. (Yono).