Delikfakta.com.Buol, 1 Juli 2026 – Kembali Seekor anjing yang diduga terjangkit rabies berhasil diamankan oleh seorang warga Kelurahan Kulango, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, bernama Amran.
Anjing tersebut memperlihatkan perilaku yang tidak normal, seperti menggigit berbagai benda di sekitarnya, bersikap agresif, bahkan menggigit bagian tubuhnya sendiri, terutama pada kaki.
Gejala tersebut menguatkan dugaan bahwa hewan tersebut terinfeksi virus rabies.
Peristiwa ini juga berkaitan dengan insiden yang terjadi pada 19 Juni 2026 lalu, ketika tiga warga Kelurahan Kulango menjadi korban gigitan anjing yang diduga terjangkit rabies.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan yang menunjukkan perilaku agresif dan tidak wajar.
Menanggapi situasi tersebut, Lurah Kulango, Adi Sucipto, S.IP, bergerak cepat dengan mengambil langkah-langkah antisipatif guna mencegah penyebaran rabies dan melindungi keselamatan masyarakat.
Pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan terhadap hewan yang diduga terinfeksi serta memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya rabies.
Adi Sucipto mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mendekati anjing yang menunjukkan gejala agresif.
Warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah kelurahan atau petugas terkait apabila menemukan hewan yang dicurigai terjangkit rabies.
Ia juga mengingatkan para pemilik hewan peliharaan untuk menjaga anjing mereka agar tidak berkeliaran bebas, serta memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi rabies sesuai anjuran pemerintah.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami berharap seluruh warga tetap tenang, namun selalu waspada. Kerja sama masyarakat sangat diperlukan agar penyebaran rabies dapat dicegah sejak dini. Jika terjadi gigitan anjing, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun, lalu secepatnya mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis,” tegas Adi Sucipto.
Pemerintah Kelurahan Kulango berharap kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci dalam mencegah penyebaran rabies sehingga lingkungan tetap aman dan sehat bagi seluruh warga.
(Alusiswanto).







