Delikfakta.com,  Bolmong – laporan yang diajukan ormas Garputala Bolaang Mongondow (Bolmong), terkait dugaan pekerjaan yang tidak beres dan dugaan praktek monopoli 11 paket proyek sarana air bersih Pustu di bolmong. 

Laporan dari Garputala tersebut, hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Bahkan ada dugaan mangrak di unit tindak pidana korupsi (Tipikor) polres Bolmong. Laporan  sudah berjalan hampir 3 bulan ini namun belum ada tanda – tanda perkembangan penyelidikan. 

Ketua Garputala Bolmong Adriadi Paputungan, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan laporan itu. Ia menilai laporan mengenai paket proyek sarana air bersih  pustu melalui Dinas Kesehatan, seharusnya menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum sebab ada dugaan kerugian negara.

“Kami sangat sayangkan, padahal sebelumnya sudah masuk tahap penyelidikan. Saya menduga laporan ini mangrak di unit Tipikor Polres Bolmong,” kesal Adri, sapaan nama akrabnya yang dikenal Vokal.

Ia pun akan melaporkan hal ini ke Polda sulut, jika tidak ada tanda – tanda perkembangan penyelidikan dari Polres Bolmong.

Sebelumnya, Kepala Unit Tipikor Bripka Jufri Mokodompit mengaku telah mendalami laporan warga berkaitan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan proyek air bersih Dinkes Bolmong.

“Secara terperinci belum ada yang bisa kami gambarkan terkait kasus ini karena masih dalam tahap lidik,”katanya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil dinkes selaku penanggung jawab teknis dan sejumlah pihak terkait terutama pelaksana paket proyek.

“Belum ada kesimpulan awal, dalam  mengidentifikasi kasus ini seperti apa. Sebab mereka yang dipanggil nanti  sifatnya masih sebatas dimintai keterangan saja,”terang Jufri. (Yono).