Delikfakta.com, SULUT – Jalan nasional rute pantai utara desa cempaka hingga desa Babo kecamatan Sangtombolang bolaang mongondow (Bolmong). banyak berlubang. Rata-rata jalan berlubang ini berdiameter lebih dari 40 cm dengan kedalaman bervariasi antara 10 cm hingga 30 cm. Hal ini dikeluhkan pengendara, karena sangat membahayakan dan bisa mengakibatkan kecelakaan.
Banyak lubang menganga menghiasi jalan beraspal yang selalu ramai dilewati masyarakat selama 24 jam. Mulai dari kendararan roda dua hingga kendaraan berat. Rata-rata lubang ini berdiameter lebih dari 40 cm.
Meski sudah ada pekerjaan pengaspalan, tapi belum semuah tersentuh perbaikan jalan.
Kondisi jalan paling parah terlihat mulai dari desa Buntalo, Cempaka, dan ruas jalan desa Babo.
“Jujur tiap hari saya ini pengguna ruas jalan ayong sampai desa Maelang sangat miris. Paling parah ruas jalan desa Babo ujung kampung sudah banyak pengguna jalan yang kecelakaan, ” ungkap salah satu warga Sangtombolang Ipal.
Parahnya, disamping banyak berlubang jalannya juga bergelombang. Tak hanya itu, ada ruas jalan di Bolmong dilakukan pengaspalan tapi tidak dikeruk material.
“Langsung di aspal sehingga kualitas pekerjaannya tidak berlangsung lama. Diaspal hari ini esoknya mulai terbongkar material aspalnya, ” terang ipal yang juga warga desa setempat.
Untuk itu, ia meminta pengawas jalan nasional untuk mengontrol pekerjaan pelaksana.
“Jangan anggaran yang begitu besar tapi kemudian kualitas jalannya tidak baik. Ini tentu merugikan negara,” pintah Ipal warga Sangtombolang.
Sementara itu PPK BPJN Sulut Wilayah Bolmong Nixon Sajow, ST melalui pengawas lapangan Rico, mengatakan memang diakui masih banyak ruas jalan yang rusak belum tersentuh, tapi ia memastikan sisa ruas jalan yang rusak akan selesai akhir tahun ini.
“Sesuai kontrak kerja untuk perbaikan jalan dengan nilai anggaran Rp28 miliar, akan selesai akhir desember tahun ini,” ungkapnya.
Kata dia, saat ini ruas jalan bolmong yang sudah dilakukan pengaspalan sekitar 4 kilometer lebih, seperti jembatan kaiya, desa Tuyat, Bolaang dan Tanjung Mariri lama.
“Sekarang ini juga ada pekerjaan jalan di desa Mongkoinit,” ujar Rico.
Ia juga berharap kepada penggunan jalan jika dalam perbaikan jalan agar dapat bersabar saat menunggu antrian.
“Perbaikan jalan ini akan terus dilakukan selama tahun ini dan tentu agak sedikit ganggu aktivitas masyarakat saat melintas. Kami harapkan warga dapat memakluminya,” tandas Rico. (Yono).







