Delikfakta.com, Bolmong – Pemerhati Kebijakan Publik Bolaang Mongondow (Bolmong) Julkifly Paputungan meminta aparat penegak hukum (APH), untuk turun dilapangan terkait masalah proyek Jamban Sekolah (Toilet), diduga tidak bisa berfungsi karena tidak ada air.
“Saya mendesak APH untuk segera mengusut tuntas proyek tersebut agar dapat diketahui masalah soal Toilet Sekolah tidak tidak berfungsi tersebut. Ini hanya buang anggaran saja dan terkesan dikerjakan asal jadi,” kata Julkifly.
Bahkan kata Julkifly, pernapasan buangan toilet pun tidak ada ini patut diselidiki APH.
“Kami lihat ada 10 Jamban yang dijadikan sampel, dari 43 paket proyek Jamban. Ada yang bak dan krannya tidak ada sama sekali, ini juga patut di usut tuntas sebab gunakan uang daerah,” ungkap Julkifly.
Ia mengatakan, total anggaran Jamban yang dianggarkan tahun 2025 itu sebesar Rp6,9 Miliar. Rata – rata setiap sekolah dapat kucuran Rp160 juta.
“Ini Perlu diseriusi APH, saya akan buat laporan resmi pekan depan,” tegas Julkifly.
PPK BERKELIT
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Bolmong Hairil Mokoginta berkelit bahwa dirinya menjadi PPK saat produk perencanaan sudah jadi.
“Jadi, yang tidak ada air karena memang pada perencanaan tidak ada pekerjaan pengadaan sumur,” kelitnya.
Ia bahkan telah mengkonfirmasi ke konsultan perencana, katanya saat survei ada beberapa titik yang sudah diskusi dengan pihak sekolah, bahwa untuk sumur air akan diadakan mandiri dari sekolah sendiri.
“Jadi itu bisa dikonfirmasi juga ke PPK Perencanaan fisik yang sebelumnya,” kata Hairil. (Tim).







