Delikfakta.com, SULUT – DPD Laki Sulut menilai Penanganan kasus Drag Race di Kelurahan Upay, Kotamobagu yang hilangnya 8 nyawa orang, terkesan lamban. Hal ini belum ada sanksi tegas kepada pihak yang paling bertanggung jawab dan berwenang dalam pemberian izin.
Bahkan ketika dari Korlantas Polri pun turun langsung olah Tempat kejadian perkara (TKP), sampai dengan saat ini pula belum ada tanda – tanda yang diduga disebut bertanggung jawab dalam kasus maut tersebut.
Dengan lambannya penanganan kasus itu mendapat sorotan publik, ini datang dari Ketua DPD LAKI Sulut Firdaus Mokodompit, meminta Kapolda Sulut mengevaluasi kinerja Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, karena dianggap tidak mampu tangani Kasus yang menelan nyawa 8 orang warga.
Kata Firdaus, Ketua Panitia Drag Race telah menyatakan disejumlah media bahwa bertanggung jawab soal kejadian itu.
“Ini menandakan ada kelalaian yang telah diakui, sehingga pihak Panitia dan pemberi izin yakni Kapolres Kotamobagu sebagai pemilik wilayah hukum paling bertanggung jawab. Saya meminta Kapolda Sulut segera mencopot dan mengevaluasi Kapolres Kotamobagu,” pinta Firdaus Mokodompit.
Harusnya kata dia, kasus yang terjadi Drag Race di Kelurahan Upay Kotamobagu sudah ada tersangkanya. Sebab bukti tidak safety frist sirkuit sangat jelas.
“Pihak yang paling bertanggung jawab adalah Kapolres Kotamobagu sebagai pemilik wilayah hukum Jangan lagi dibuat – buat perkara menjadi rumit, fakta dilapangan sudah jelas membuktikan standar kelayakan sirkuit ini tidak ada. Kami mengharapkan pemimpin wilayah hukum harus tegas. Jangan Setelah ada korban, kemudian berdalih ini menjadi pembelajaran dan perbaikan kedepannya. Delapan korban itu bukan alat eksperimen.” tegasnya.
Kata dia warga berharap pemimpin yang benar-benar menjalankan pengawasan dan penindakan hukum.
“Adanya tragedi maut saya meminta Kapolda Sulut evaluasi dan copot Kapolres Kotamobagu,” tambahnya.
Warga Kotamobagu saat ini sedang berduka, warga tidak butuh sopan santun dengan wajah penyesalan.
“Warga butuh sosok pemimpin disiplin, bukan sosok penghibur yang mengakibatkan korban jiwa
kalo sudah penuhi unsur kenapa harus diperlamban,” desak Firdaus yang dikenal sangat vokal.
Diketahui, sampai dengan saat ini polisi marathon lakukan penyelidikan dan kini kabar terbaru sudah naik sidik terhadap kasus maut yang merenggut nyawa 8 orang penonton di sirkuit bergengsi tersebut. (Yono).







