BATUI SELATAN — Delikfakta.com, -Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dengan insan pers, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF) menggelar Media Visit DMF 2026, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PEP DMF, khususnya program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Media Visit DMF 2026 dipusatkan di sejumlah lokasi program binaan PEP DMF di Kecamatan Batui Selatan. Sebanyak 25 wartawan dari tiga organisasi profesi untuk mengikuti kegiatan tersebut, masing-masing PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) sebanyak 12 orang, PWB (Persatuan Wartawan Banggai) sebanyak 8 orang, dan PJS (Pro Jurnalismedia Siber) Banggai sebanyak 5 orang, yang berasal dari berbagai media cetak maupun online.
Rombongan berangkat dari Kota Luwuk sekitar pukul 07.30 WITA dan tiba di lokasi pertama sekitar pukul 09.30 WITA.
Dalam kunjungan tersebut, terdapat dua lokasi utama yang menjadi sasaran, yakni usaha peternakan ayam petelur Kelompok Tani Lestari di Desa Kayoa dan lokasi perkebunan jagung Kelompok Tani Mosa’angu.
Kelompok Lestari Mulai Rasakan Hasil Pendampingan.
Di lokasi peternakan ayam petelur Kelompok Lestari, rombongan media didampingi dua perwakilan PEP DMF dan diterima langsung oleh Ketua Kelompok Lestari, Joni.
Joni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PEP DMF serta Pemerintah Desa Kayoa atas dukungan yang diberikan kepada kelompoknya, mulai dari pembangunan rumah ternak hingga pengadaan ternak.
Menurut Joni, Kelompok Lestari telah berdiri sejak 2021. Pada 2025, kelompok tersebut mendapat dukungan dari PEP DMF berupa bantuan 200 ekor ayam petelur, sekaligus pembinaan dan pendampingan mengenai tata cara beternak yang baik.

Saat ini, usaha tersebut telah mulai berproduksi dan hasilnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
“Telur yang kami hasilkan masih sebatas memenuhi kebutuhan pasar lokal. Bahkan saat ini kami kewalahan melayani pesanan karena memang usahanya masih baru dan baru saja berproduksi,” ujar Joni.
Ia berharap pendampingan dan dukungan yang diberikan dapat terus mendorong perkembangan usaha kelompok sehingga kapasitas produksi ke depan semakin meningkat.
Sementara itu, perwakilan PEP DMF menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, dukungan perusahaan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan material, tetapi juga melalui pendampingan dan pembinaan, termasuk penerapan standard operating procedure (SOP) beternak yang baik.
Petani Jagung Rasakan Dampak Pendampingan dan Pupuk Sulfur
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi perkebunan jagung Kelompok Tani Mosa’angu yang dipimpin Benni Irawan.
Benni mengatakan kelompoknya memperoleh bantuan sekaligus pendampingan dari PEP DMF, mulai dari pengadaan bibit hingga pembinaan mengenai tata kelola budidaya jagung.
Salah satu bentuk dukungan yang menurut Benni memberikan dampak langsung adalah bantuan pupuk sulfur.
Ia menyebut penggunaan pupuk tersebut turut membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Sebelumnya kami menggunakan sekitar enam zak pupuk per hektare, sekarang hanya sekitar 3,5 zak pupuk hasil produksi Pertamina EP DMF,” tutur Benni.
Selain efisiensi penggunaan pupuk, Benni menyampaikan adanya peningkatan hasil produksi. Dari sebelumnya sekitar 3,5 ton, produksi disebut meningkat menjadi sekitar 6,4 ton. Menurutnya, perubahan tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan kelompok setelah mendapatkan pendampingan dan dukungan dari PEP DMF.
Dialog Interaktif Bersama Awak Media
Setelah mengunjungi kedua lokasi program pemberdayaan masyarakat tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pihak PEP DMF dan awak media di Balai Dusun III Kuantoo, Desa Nonong.
Dialog menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan insan pers untuk membahas pelaksanaan program PPM sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dan keterbukaan informasi.
Pada kesempatan yang sama, PEP DMF juga menyampaikan apresiasi kepada para awak media yang telah mengikuti kegiatan Media Visit DMF 2026 serta memberikan apresiasi kepada Kelompok Ternak Lestari dan kelompok masyarakat binaan lainnya atas partisipasi dalam menjalankan program pemberdayaan.
Usai rangkaian kunjungan dan dialog, rombongan media beristirahat sekaligus menunaikan salat Jumat di Desa Kayoa. Selanjutnya, awak media berkesempatan melakukan peninjauan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina EP Donggi Matindok Field untuk melihat secara langsung situasi dan aktivitas perusahaan sebagai bagian dari kegiatan Media Visit DMF 2026.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan awak media kemudian kembali ke tempat masing-masing.
Kegiatan Media Visit tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi langsung antara perusahaan, masyarakat penerima manfaat, dan insan pers dalam melihat perkembangan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PEP DMF di wilayah operasionalnya. (oro)







