Delikfakta.com,  SULUT  – Sepinya penumpang bandara bolaang mongondow (Bolmong) di khawatirkan berdampak pada akan ditutupnya dan hilangnya rute dari dan menuju bolmong. Hal ini dikatakan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bandara Bolmong Noval Lamadau,  Sabtu (20/6/2026).

“Dampaknya penerbangan perintis yang di subsidi APBN, akan dialihkan ke daerah yang lebih membutuhkan dengan jumlah penggunanya lebih banyak,” katanya.

Bisa saja akan dialihkan ke bandara yang konektivitas di wilayah 3TP Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan.

Kata dia, negara akan rugi jika penumpang dibawah target. Ia menjelaskan, tujuan utama dari penerbangan perintis bersubsidi adalah  untuk pemerataan ekonomi, aksebilitas layanan dasar, distribusi logistik supaya menjadi  lebih mudah.

“Subsidi dari pemerintah ini membuktikan bahwa, negara hadir untuk pastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati pelayanan publik dengan tarif yang lebih terjangkau,” ungkap Noval.

Untuk itu, jika tarif  Subsidi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat terkhusus masyarakat bolmong raya. Maka apa yang sudah dianggarkan begitu besar oleh pemerintah akan menjadi sia-sia.

Meski begitu,  Ia juga selalu intens melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Bolmong, tentunya pemerintah sangat suport. 

“Pemerintah daerah lagi menyiapkan langkah-langkah, untuk bisa meningkatkan jumlah pengguna transportasi udara di bandara bolmong,” tandas Noval.

Sementara itu,  Lsm Gerakan Peduli Tanah Lahir Sulawesi Utara (Garputala Sulut) Adriadi Paputungan mengatakan, tarif pesawat cukup mahal, ini  juga membuat masyarakat kurang minat gunakan pesawat.  

“Rute Manado tarifnya hampir 500 ribu, sementara tarif angkutan darat hanya berkisar 100 ribu tentu masih terjangkau tarifnya lewat darat dibanding naik pesawat,” katanya.

Seharusnya,  kata Adri sapaan nama akrabnya, yang di subsidi lebih murah bukan lebih mahal.” Minimal tidak beda jauh tarifnya, berkisar 200 ribu masih lebih terjangkau,” tandasnya. (Yono).