Topikterkini.com.Palu – 
Pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 menggenjot percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

Kebijakan strategis ini menitikberatkan pada penguatan infrastruktur sumber daya air, mulai dari jaringan irigasi primer, sekunder, tersier hingga embung, guna meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

Di Provinsi Sulawesi Tengah, proyek irigasi ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sebesar Rp85.667.397.000 dan dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero). Pekerjaan tersebut tersebar di sembilan kabupaten, yakni Kabupaten Sigi, Donggala, Buol, Parigi Moutong, Poso, Toli-Toli, Morowali Utara, Banggai, dan Banggai Kepulauan.

Sejak Inpres tersebut diturunkan, PT Nindya Karya menyatakan seluruh pekerjaan telah rampung 100 persen di seluruh wilayah sasaran.

Hal ini diperkuat dengan hasil investigasi lapangan di Desa Silondou, Kabupaten Toli-Toli, yang menunjukkan jaringan irigasi telah selesai dikerjakan dan siap mengalirkan debit air untuk mengairi area persawahan, Jumat (31/1/2026).

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III menyampaikan harapannya agar melalui pelaksanaan Inpres ini, penyedia jasa dapat mempercepat proses perbaikan serta optimalisasi saluran irigasi.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Optimalisasi pemanfaatan jaringan irigasi ini diharapkan mampu memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan efisien dan berkelanjutan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah.

(Husni).