BANGGAI LAUT — Delikfakta.com, Suasana pendaftaran Calon Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Matanga, Kabupaten Banggai Laut, berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan dan kondusif.

Tahapan pendaftaran ditutup dengan kehadiran calon terakhir, Zulkifli S. Landengo, S.H., yang datang ke lokasi pendaftaran dengan diantar langsung oleh sejumlah pendukungnya.

Kedatangan Zulkifli diterima langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa PAW, Irsan M. Ampe, S.Pd., bersama anggota panitia, Darjo Derman, S.Pd. dan Fahmi A. Masenge.

Dengan masuknya pendaftar terakhir tersebut, seluruh tahapan pendaftaran calon Kepala Desa PAW Matanga diharapkan dapat menjadi awal dari proses pemilihan yang berlangsung aman, tertib dan mengedepankan persaudaraan.

Ketua Panitia, Irsan M. Ampe, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian Pilkades PAW Desa Matanga dapat berjalan secara damai dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga suasana kekeluargaan selama proses pemilihan berlangsung.

Sebelumnya, sejumlah calon juga telah mendaftarkan diri, di antaranya Rusyil, Iskandar M. Lahatie, dan Yosis B. Sasuku.

Di tengah proses demokrasi di tingkat desa tersebut, sejumlah warga turut menyampaikan harapan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan silaturahmi.

Salah seorang warga yang dimintai keterangan oleh awak media, FZ, berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kedamaian selama pelaksanaan Pilkades PAW.

Menurutnya, para pendukung masing-masing calon perlu mengedepankan etika dalam berpolitik serta menghormati pilihan masyarakat dan menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

“Yang terpenting, jangan sampai karena perbedaan pilihan, hubungan kekeluargaan dan silaturahmi antarwarga menjadi rusak,” ujar FZ.

Harapan serupa disampaikan salah seorang tokoh pemuda, HJ. Ia berharap siapa pun yang nantinya mendapatkan mandat dari masyarakat dapat diterima sebagai bagian dari proses demokrasi desa.

“Siapapun yang diberi mandat oleh masyarakat, kita tetap harus bersama-sama dengan tujuan yang sama, yakni membangun desa,” ujarnya.

Pilkades PAW Desa Matanga sendiri digelar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa setelah kepala desa sebelumnya tersangkut perkara tindak pidana korupsi. Proses PAW ini menjadi momentum bagi masyarakat Desa Matanga untuk menentukan pemimpin yang akan melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan desa.

Karena itu, seluruh tahapan pemilihan diharapkan dapat berlangsung transparan, tertib, damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga hasilnya dapat diterima seluruh masyarakat Desa Matanga.

Pena : Daeng Irwan