Delikfakta.com.Pasaman Barat, – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, sejak Jumat pagi, 2 Januari 2026, kembali memicu kekhawatiran warga Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman. Intensitas hujan yang tinggi dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir susulan, mengingat wilayah tersebut tergolong rawan terdampak luapan sungai.

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, banjir besar terakhir melanda Nagari Aia Gadang Barat pada November 2025 lalu. Saat itu, sekitar 475 warga terdampak, bahkan sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat genangan air yang cukup tinggi.

Pemerintah Nagari Aia Gadang Barat bersama Tim Kelompok Siaga Bencana (KSB) setempat bergerak cepat membantu warga, mulai dari evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan darurat.

Dalam beberapa waktu terakhir, warga menilai frekuensi banjir di Nagari Aia Gadang Barat semakin meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini diduga dipicu oleh perubahan lingkungan di hulu Sungai Batang Pasaman dan kawasan Muara Kiawai yang dinilai tidak lagi berfungsi secara alami sebagai daerah resapan air.

Setiap kali hujan deras turun, terlebih pada malam hari, warga terpaksa meningkatkan kewaspadaan. Banyak keluarga yang mulai mengamankan barang-barang berharga dan bersiap mengungsi, ditambah kekhawatiran akan padamnya aliran listrik saat cuaca ekstrem melanda.

Warga berharap hujan deras segera mereda agar ancaman banjir tidak kembali terulang. Mereka juga mengharapkan perhatian dan langkah nyata dari berbagai pihak untuk penanganan jangka panjang, guna mencegah bencana serupa dan memulihkan rasa aman masyarakat yang masih diliputi trauma akibat banjir sebelumnya.

(Akmal).