Delikfakta.com.Palu – Kondisi ruas jalan nasional Tagolu–Tentena di Kabupaten Poso hingga kini masih menyisakan sejumlah lubang yang belum sepenuhnya tertangani. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, terlebih di tengah musim hujan yang terus berlangsung sejak Desember 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lubang-lubang jalan masih terlihat di beberapa titik sepanjang jalur Tagolu menuju Tentena. Saat hujan turun, genangan air kerap menutupi lubang sehingga menyulitkan pengendara untuk mengantisipasi kondisi jalan. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama pada malam hari dan saat arus lalu lintas cukup padat.

Pengerjaan preservasi jalan Tagolu–Tentena merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Tureloto Battu Indah dengan nilai kontrak sebesar Rp101.333.448.000. Kontrak pekerjaan berlaku sejak 17 Oktober 2025, dengan masa pelaksanaan mulai 20 Oktober 2025 hingga tahun 2027.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, ST, M, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pemantauan dan penanganan terhadap ruas jalan Tagolu–Tentena.

Menurutnya, sejumlah lubang telah diperbaiki melalui pengaspalan di beberapa titik.
“Namun kondisi cuaca saat ini memang tidak mendukung. Hujan sering turun secara tiba-tiba, sehingga pekerjaan tidak bisa dilakukan secara maksimal dan menyebabkan keterlambatan,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa BPJN Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus melanjutkan pekerjaan preservasi jalan tersebut.

Ruas Tagolu–Tentena, lanjutnya, memang dikenal sebagai salah satu jalur yang memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi dan membutuhkan penanganan bertahap.

Sementara itu, masyarakat dan pengguna jalan berharap agar perbaikan dapat segera dipercepat, mengingat jalur ini merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Kehadiran infrastruktur jalan yang aman dan layak diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

(Laporan: Arie Daud)