Prof.Dr.Jamaludin Sakung, Spd, Kepala Desa Uwe Nuni dan Ketua BPD

Dalam seminar akhir KKN Bina Desa Berdampak di Uwe Nuni, Mahasiswa Untad Berikan Intervensi Gizi untuk Pencegahan Stunting.

 

SIGI —Delikfakta.com. Pelaksanaan Kegiatan Seminar Akhir KKN Bina Desa Berdampak Universitas Tadulako (Untad) yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Aula Kantor Desa Uwe Nuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, berjalan lancar keakraban. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan akhir KKN yang sudah  berlangsung selama 50 hari. Hal tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memaparkan hasil program studi yang dimiliki oleh mahasiswa yang berdampak kepada masyarakat khususnya Desa Uwe Nuni.

Kegiatan diawali dengan paparan hasil pelaksanaan KKN selama 50 hari yang disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa. Program KKN Bina Desa Berdampak diarahkan pada peningkatan kesehatan dan status gizi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Uwe Nuni.

 

Selama berada di desa, mahasiswa melaksanakan sejumlah program intervensi, di antaranya intervensi gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting, edukasi dan konseling gizi bagi ibu balita dalam pencegahan stunting, edukasi gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar, edukasi dan pendampingan kesehatan dan gizi dalam upaya pencegahan stunting, serta pendampingan kesehatan dan gizi balita melalui kegiatan Posyandu.

 

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan keluarga yang memiliki balita. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan balita, pola hidup bersih dan sehat, serta upaya pencegahan stunting sejak dini.

 

Kegiatan Seminar Akhir KKN Bina Desa Berdampak mendapat apresiasi dari Kepala Desa Uwe Nuni, Warteni, yang dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKN Universitas Tadulako selama berada di Desa Uwe Nuni. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting dan ibu yang memiliki balita.

 

Warteni menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi masyarakat karena tidak hanya melaksanakan kegiatan secara formal, tetapi juga melakukan pendampingan dan memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan oleh keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan dan pengetahuan yang telah diberikan mahasiswa dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, kader Posyandu, serta pemerintah desa.

 

Sementara itu, tim pengabdi Universitas Tadulako menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah berakhirnya masa KKN. Intervensi kesehatan dan gizi yang telah dilakukan selama 50 hari diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa ditarik dari desa, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan masyarakat dan pemerintah Desa Uwe Nuni dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah stunting.

 

Seminar akhir ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan sinergi antara Universitas Tadulako, pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai program kesehatan dan gizi yang telah dirintis selama KKN dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Pelaksanaan KKN Bina Desa Berdampak di Desa Uwe Nuni menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis kesehatan, gizi, edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung upaya bersama dalam menciptakan generasi Desa Uwe Nuni yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas stunting.

Seminar akhir mahasiswa  Untad tersebut sempat hadir Kepala Desa Uwe Nuni, Sekretaris Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu yang memiliki anak balita. Selain itu hadir pula dari pihak Universitas Tadulako, yang  dihadiri para tim pengabdi yang antara lain  Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes., Dr. Nikmah Utami Dewi, SKM., M.Sc., Dr. Lusia Salmawati, SKM., M.Sc., dan Rifka Haristantia, S.KM., M.PH.