Delikfakta.com, SULUT – Maraknya penambangan tanpa izin di sulawesi utara (Sulut) terlebih di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Hal ini membuat ormas gerakan peduli tanah lahir (Garputala) sulut angkat bicara.
Ia meminta kapolda sulut yang baru agar mengevaluasi kinerja kapolres di sulut terutama kaitan Peti di wilayah hukum polres di 15 kabupaten.
“Setau saya ada kabar surat telegram kapolda dua pekan lalu, memerintahkan semua kapolres di sulut untuk menertibkan PETI. Tapi sayangnya, masih ada Kapolres yang abaikan perintah kapolda contoh Peti gunung botak di Mitra,” ungkap Ketua Garputala Sulut Adriadi Paputungan, Minggu (1/11/2026).
Ia mengatakan, hasil penelusurannya di lapangan lokasi gunung botak Ratatotok Mitra, diduga milik dari salah satu pengusaha inisial SR terlihat masih beroperasi.
“Kami melihat ada beberapa bak rendaman material mengandung emas berskala besar, dengan gunakan bahan kimia berupa karbon dan sianida sementara kerja. Padahal ada perintah kapolda untuk penertiban peti,” kata Adri, yang dikenal Vokal.
Tak hanya itu, di lokasi nampak beberapa alat berat berupa eksavator sedang melakukan pembongkaran material.
Ia menduga beroperasinya Peti tersebut ada indikasi bekingan oknum aparat, dan Kapolres terkesan diam terkait aktivitas peti di wilayah Mitra. Buktinya peti gunung botak Ratatotok masih bebas beroperasi tanpa ada rasa takut.
“Saya minta Kapolda evaluasi kinerja kapolres Mitra, yang terkesan abaikan perintah, perlu dicopot jabatan jika tak mampu jalankan perintah, ” desak Adri.
Kabid Humas Polda Sulut
Sementara itu, dikonfirmasi Kepada Kabid Humas Polda Sulut Kompol, Endrastiawan Setyowibowo, menegaskan Perintah kapolda tegas dan cukup jelas, jika masih ada lagi kegiatan pertambangan emas ilegal yang beroperasi di wilayah sulut agar segera laporkan ke kapolda sulut.
“Sesuai perintah kapolda dengan tegas kepada kapolres untuk menindak Peti yang masih berkegiatan, ” tuturnya.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan sampai berita ini tayang. (Yono).







